HIV dan AIDS Bukan Penyakit yang Sama
HIV merupakan kependekan dari Human Immunodeficiency Virus. Jadi bisa disimpulkan bahwa HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Hanya manusia yang bisa terserang oleh virus ini. Akibat virus HIV, seseorang akan lebih rentan terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya rusak.
Dalam banyak kasus, pengidap HIV tidak mengetahui dirinya terserang HIV. Hal tersebut terjadi karena gejala HIV lebih mirip dengan flu selama beberapa minggu. Bahkan orang yang mengidap HIV masih terlihat normal atau sehat. Diluar gejala flu tersebut, tidak ada. Semua tampak begitu normal. Untuk mendeteksinya, perlu dilakukan tes yang disebut dengan Voluntary Conseling and Testing (VCT).
AIDS merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS adalah fase lanjutan dari serangan virus HIV. Penyakit HIV berubah menjadi AIDS, waktu sistem kekebalan tubuh kita begitu rusak, sehingga jumlah CD4 kita kurang dari 200, atau persentase CD4 (CD4%) di bawah 14%. Berkurangnya CD4 mengakibatkan seseorang mudah diserang beberapa jenis penyakit (sindrom) yang kemungkinan tidak berpengaruh ketika kekebalan tubuh orang tersebut sehat. Penyakit tersebut disebut dengan nfeksi oportunistik.
Beberapa Infeksi Oportunistik menurut Departemen Kesehatan diantaranya; Infeksi Paru-Paru, PCP (Pneumocystis pneumonia), Kanker Kulit, KS (Kaposi’s sarcoma), Infeksi yang biasanya menyerang mata, CMV (Cytomegalovirus), Infeksi jamur yang dapat mengakibatkan sariawan atau infeksi pada tenggorokan atau vagina, Kandida. Infeksi oportunistik menjadi momok yang menakutkan karena bisa berujung kematian bagi penderita.
Namun, yang perlu dicatat, tiap-tiap orang mengalami AIDS yang berbeda. Beberapa kasus menunjukkan seseorang meninggal hanya dalam beberapa bulan setelah terinfeksi. Namun banyak kasus juga menunjukkan seseorang dengan AIDS dapat hidup secara normal untuk waktu bertahun-tahun. Untuk mempertahankan sistem kekebalan dan mencegah infeksi oportunistik, dibutuhkan terapi dengan Antiretroviral (ARV).
Yang pasti HIV tidak membunuh namun AIDS dengan ancaman infeksi oportunistik yang menjadi mesin pembunuh. Untuk pencegahan tidak ada salahnya seseorang melakukan Tes HIV sejak dini. Dengan mengetahui status HIV sejak dini akan bisa diupayakan untuk tetap mempertahankan sistem kekebalan tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar