Dimulai dari memahami satu langkah, perlahan-lahan engkau akan memahami seribu langkah,
Setelah itu engkau akan melihat jalan,dan akan diliputi rasa percaya diri.
Hal yang lebih menakutkan adalah bila engkau tidak mengetahui hakikat"diri"-mu,
sehingga terjebak dalam kebingungan dan penderitaan.
Pemahaman hakikat kehidupan ini menjadi amat sangat penting karena terbukti kehendak baik saja tidaklah cukup mendukung kegiatan kita, bahkan alih-alih menjadi unsur yang menyelesaikan, malahan bisa menjadi sumber masalah baru.
Setelah itu engkau akan melihat jalan,dan akan diliputi rasa percaya diri.
Hal yang lebih menakutkan adalah bila engkau tidak mengetahui hakikat"diri"-mu,
sehingga terjebak dalam kebingungan dan penderitaan.
Pemahaman hakikat kehidupan ini menjadi amat sangat penting karena terbukti kehendak baik saja tidaklah cukup mendukung kegiatan kita, bahkan alih-alih menjadi unsur yang menyelesaikan, malahan bisa menjadi sumber masalah baru.
KEARIFAN KUNO DI ZAMAN MODERN oleh JUSUF SUTANTO
sebuah buku yang kutemukan di rak buku disaat diri yang mencari-cari makna kehidupan..
ada beberapa hal yang menarik bagiku....
diantaranya adlah ini..
Ketika ditanya oleh muridnya,"Guru,orang yang telah mengalami pencerahan itu sebenarnya seperti apa?"Kofusius menjawab,"Kalau orang berbuat baik dan dibalas dengan kebaikan,itulah yang dikerjakan semua orang;demekian juga orang yang berbuat jahat dan dibalas dengan kejahatan.Tidak ada yang istimewa karena keduanya belum menjadi manusia yang sungguh bebas,tindak tanduknya masih dikendalikan oleh sesuatu diluar dirinya!
Orang yang telah cerah adalah bagaimana menerima kejahatan dibalas dengan kebaikan,karena tindak tanduknya semata-mata dekendalikan dari dalam dirinya: kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan dengan alasan untuk membela diri,lalu KAPAN AKAN BERAKHIRNYA??"
sebuah percakapan yang penuh makna dan tentunya kita semua sepakat dan mengaku sebagai manusia yah inilah yang terjadi saat ini,saling membalas perbuatan yang menimpanya,
sebuah buku yang kutemukan di rak buku disaat diri yang mencari-cari makna kehidupan..
ada beberapa hal yang menarik bagiku....
diantaranya adlah ini..
Ketika ditanya oleh muridnya,"Guru,orang yang telah mengalami pencerahan itu sebenarnya seperti apa?"Kofusius menjawab,"Kalau orang berbuat baik dan dibalas dengan kebaikan,itulah yang dikerjakan semua orang;demekian juga orang yang berbuat jahat dan dibalas dengan kejahatan.Tidak ada yang istimewa karena keduanya belum menjadi manusia yang sungguh bebas,tindak tanduknya masih dikendalikan oleh sesuatu diluar dirinya!
Orang yang telah cerah adalah bagaimana menerima kejahatan dibalas dengan kebaikan,karena tindak tanduknya semata-mata dekendalikan dari dalam dirinya: kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan dengan alasan untuk membela diri,lalu KAPAN AKAN BERAKHIRNYA??"
sebuah percakapan yang penuh makna dan tentunya kita semua sepakat dan mengaku sebagai manusia yah inilah yang terjadi saat ini,saling membalas perbuatan yang menimpanya,
"Di semua lingkup gerak alam,kita menemukan sistem-sistem kehidupan yang bertenger pada siste-sitem kehidupan lain.
Jaringan-jaringan bergantung pada jaringan lain,Batas-batas sitem-sistem kehidupan bukan merupakan batas pemisah,melainkan hanya batas-batas identitas saja.
Semua sistem-sistem kehidupan berinteraksi satu sama lain dan saling berbagi sumber daya melewati batas-batasnya."
Jaringan-jaringan bergantung pada jaringan lain,Batas-batas sitem-sistem kehidupan bukan merupakan batas pemisah,melainkan hanya batas-batas identitas saja.
Semua sistem-sistem kehidupan berinteraksi satu sama lain dan saling berbagi sumber daya melewati batas-batasnya."
(Fritjof Capra)
Memang itulah kehidupan saling terkait dan harus seimbang.
Banyak yang belum menyadari bahwa manusia dilahirkan bukan untuk mengejar kebahagiaan.Karena,kalau demikian ia akan mencari sesuatu yang berada di luar dirinya,berapun harganya yang harus dibayarnya,meski dengan saling membunuh asalkan ada orang atau kitab yang dipercaya bahwa perbuatannya bisa membawanya kepada kebahagiaan yang abadi.Tapi kalau mempunyai iman pada belajar menjadi manusia,maka ia akan mencarinya dengan memperbaiki dirinya sendiri.Kalau pisau diasah dengan batu,maka manusia diasah dengan manusia yang lain.Dalam agama menuntun dan melatih untuk mencari kebenaran,bukan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.Kebahagiaan hanyalah akibat dari ditemukannya kebenaran,bukan sebaliknya berputar-putar di sekitar mencari kenikmatan diri sendiri lalu mengklaim telah menemukan kebenaran.
Pengetahuan kita mengenai fisik dari beraneka benda sudah sngat maju seperti:mesin(Tenaga Kuda),listrik(Mega Watt),komputer(Giga-byte),tenaga atom,kecepatan suara sampai cahaya,maupun ukuran benda-benda superkecil part per million ppm bahkan per triliun ppt pun sudah bisa diukur.Tapi pengetahuan kita tentang manusia sangatlah miskin dan terabaikan sehingga lagi-lagi kita semua dibuat terkejut ketika sesuatu yang luar biasa tiba-tiba muncul,sayang sekali kebanyakan yang jelek dan hanya sesekali yang baik,sehingga menjadi barang yang langka dan dirasakan perlu mengadakan upacara untuk memberikan penghargaan bagi yang melakukannya..hehehehe
Dalam buku ini menyebutkan manusia adalah mahluk yang amat misterius,mempunyai potensi yang luar biasa dan tidak bisa diukur,namun bisa melakukan apa saja yang serba mengejutkan dan tak terduga.
Selain itu manusia adalah juga mahluk yang sungguh malang,setiap kali ia menciptakan sesuatu di luar dirinya untuk memperbaiki kenyamanan hidupnya,akhirnya yang terjadi malahan terjerat menjadi budak dari ciptaanya sendiri seperti: uang,mobil,barang elektronik, dan sistem serta mekanisme hidup bermasyarakat.
Kalau tidak berhasil memahami dengan benar siapa sebenarnya manusia, maka itu berarti kegagalan untuk membangun masyarakat yang sejahtera sudah berada di ambang pintu!
Manusia adalah barang yang jauh lebih berharga dari semua yang diciptakan olehnya,tapi karena tidak menyadari maka ia menjadi gelandangan ke sana ke mari menjadi tawanan dari apa yang diciptakan sendiri
Banyak yang belum menyadari bahwa manusia dilahirkan bukan untuk mengejar kebahagiaan.Karena,kalau demikian ia akan mencari sesuatu yang berada di luar dirinya,berapun harganya yang harus dibayarnya,meski dengan saling membunuh asalkan ada orang atau kitab yang dipercaya bahwa perbuatannya bisa membawanya kepada kebahagiaan yang abadi.Tapi kalau mempunyai iman pada belajar menjadi manusia,maka ia akan mencarinya dengan memperbaiki dirinya sendiri.Kalau pisau diasah dengan batu,maka manusia diasah dengan manusia yang lain.Dalam agama menuntun dan melatih untuk mencari kebenaran,bukan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.Kebahagiaan hanyalah akibat dari ditemukannya kebenaran,bukan sebaliknya berputar-putar di sekitar mencari kenikmatan diri sendiri lalu mengklaim telah menemukan kebenaran.
Pengetahuan kita mengenai fisik dari beraneka benda sudah sngat maju seperti:mesin(Tenaga Kuda),listrik(Mega Watt),komputer(Giga-byte),tenaga atom,kecepatan suara sampai cahaya,maupun ukuran benda-benda superkecil part per million ppm bahkan per triliun ppt pun sudah bisa diukur.Tapi pengetahuan kita tentang manusia sangatlah miskin dan terabaikan sehingga lagi-lagi kita semua dibuat terkejut ketika sesuatu yang luar biasa tiba-tiba muncul,sayang sekali kebanyakan yang jelek dan hanya sesekali yang baik,sehingga menjadi barang yang langka dan dirasakan perlu mengadakan upacara untuk memberikan penghargaan bagi yang melakukannya..hehehehe
Dalam buku ini menyebutkan manusia adalah mahluk yang amat misterius,mempunyai potensi yang luar biasa dan tidak bisa diukur,namun bisa melakukan apa saja yang serba mengejutkan dan tak terduga.
Selain itu manusia adalah juga mahluk yang sungguh malang,setiap kali ia menciptakan sesuatu di luar dirinya untuk memperbaiki kenyamanan hidupnya,akhirnya yang terjadi malahan terjerat menjadi budak dari ciptaanya sendiri seperti: uang,mobil,barang elektronik, dan sistem serta mekanisme hidup bermasyarakat.
Kalau tidak berhasil memahami dengan benar siapa sebenarnya manusia, maka itu berarti kegagalan untuk membangun masyarakat yang sejahtera sudah berada di ambang pintu!
Manusia adalah barang yang jauh lebih berharga dari semua yang diciptakan olehnya,tapi karena tidak menyadari maka ia menjadi gelandangan ke sana ke mari menjadi tawanan dari apa yang diciptakan sendiri
"Manusialah yang membuat kebenaran agung,bukan kebenaran yang membuat manusia agung.
Apa yang diri sendiri tiada inginkan,janganlah diberikan kepada oarang lain
Kalau tangan kananmu berbuat baik,jangan sampai tangan kirimu mengetahuinya
Kalau kamu melakukan perbuatan baik pada seseorang,segera lupakan!
Kalau kamu menerima budi baik dari seseorang ingatlah selamanya
Hati yang tidak pada tempatnya,sekalipun melihat takkan tampak:
Meski mendengar takkan terdengar;meski makan takkan merasakan
Karena itu berlakulah seumpama merawat bayi;Bila dengan sepenuh hati mengusahakanya,niscaya tidak jauh dari apa yang seharusnya.
Sesungguhnya tiada yang harus lebih dahulu belajar merawat bayi baru boleh kawin.."
beberapa intisari dari buku ini yang coba kuringkas...
- Semua kearifan kuno ini ibarat telunjuk yang berbeda dan menunjuk pada hal yang sama
yaitu perlunya mulai segala sesuatu dari dirinya sendiri:yang satu jujur pada suara hati,yang
satu merasa diawasi oleh Sang Pencipta.Karena itu kemanusiaan atau hati nurani manusia
selalu dirasa lebih tinggi dan lebih mulia dari segala ide yang mungkin diciptakan oleh
manusia.
-Kalau kita menghadapi masalah,bukannya pikiran kita yang diperluas untuk
memahaminya,tapi malah mereduksi masalah supaya bisa masuk dalam pikiran kita.Melalui
cara berpikir dan memercayai sesuatu,maka dunia kita terbentuk.
Kalau kita menyadari bahwa sedang melekat atau terikat sesuatu,apakah itu baik atau buruk
secara logika.Segeralah bersahabat dengannya dan jangan menyakralkan,lalu telusuri
dengan mendalam kenalilah secara utuh dan lengkap.
petuah kuno menganjurkan "mengenal lebih benar akan terhindar dari fanatisme." Beriman
artinya memahami secara sungguh-sungguh yang di imaninya,bukannya bersedia mati untul
mempertahankan sesuatu.
- Bisakah kita menjalani hidup dengan penuh kesadaran (the part of awareness) momen demi
momen sebagai sesuatu yang indah dan suci untuk dijalani sehingga meskipun kita
dilahirkan,namun kita menanggis dan semua orang tertawa;namun ketika mati,giliran kita
yang tertawa sedangkan semua orang menangis.
Inilah tantangan sesungguhnya dalam kehidupan semua orang.Karena,apakah gunanya segala
yang kita miliki kalau pada akhirnya membuat kita takut,sedih,dan tak mampu ketawa ketika
meninggalkan semuanya dan malahan ditertawakan oleh orang disekeliling kita.
- Manusia sebenarnya tak pernah berpisah dengan kebenaran. Ia selalu hidup bersamanya,tapi
tidak menyadarinya sehingga perlu dibujuk-bujuk supaya menemukannya kembali apa yang
sudah menjadi miliknya!
- Dunia ini adalah sesuatu yang selalu dimiliki bersama.Manusia yang tunggal dan tersendiri
tanpa hubungan dengan manusia lain adalah tidak lengkap,bahkan tak dapat ditemui dalam
kenyataannya; Ia selalu bertautan dengan sesuatu kekeluargaan,kekerabatan,
kemasyarakatan. Singkatnya hakikat manusia ialah adanya dalam suatu kebersamaan.
huh benar-benar buku yang berat...susah banget memahaminya...
bahkan buku yang hanya memiliki tebal 156 membutuhkan banyak waktu tuk memahaminya...
dan menimbulkan efek samping migran...(mungkin tu gejala hanya buat aku saja!!)
ngak bisa dibayangin kalo ku kuliah di jurusan filsafat...
bisa bikin pecah kepala nih...
tapi setidaknya ku tak menyesal membaca buku ini ada sedikit masukan dari buku ini tapi sangat banyak berarti dalam kehidupan..
jadi bukan maksud melebih-lebihkan buku ini tapi bagi kamu yang memang hobi baca,buku ni aku sarankan coba kamu baca...mungkin kalo kamu yang baca bisa memahami lebio dalam lagi...
tiap kemampuan masing - masing individu kan berbeda,begitu pula dengan pemahaman dan pendapatnya ...
dah ah sudah terlalu pusing untuk nulis apa lagi.....
- Semua kearifan kuno ini ibarat telunjuk yang berbeda dan menunjuk pada hal yang sama
yaitu perlunya mulai segala sesuatu dari dirinya sendiri:yang satu jujur pada suara hati,yang
satu merasa diawasi oleh Sang Pencipta.Karena itu kemanusiaan atau hati nurani manusia
selalu dirasa lebih tinggi dan lebih mulia dari segala ide yang mungkin diciptakan oleh
manusia.
-Kalau kita menghadapi masalah,bukannya pikiran kita yang diperluas untuk
memahaminya,tapi malah mereduksi masalah supaya bisa masuk dalam pikiran kita.Melalui
cara berpikir dan memercayai sesuatu,maka dunia kita terbentuk.
Kalau kita menyadari bahwa sedang melekat atau terikat sesuatu,apakah itu baik atau buruk
secara logika.Segeralah bersahabat dengannya dan jangan menyakralkan,lalu telusuri
dengan mendalam kenalilah secara utuh dan lengkap.
petuah kuno menganjurkan "mengenal lebih benar akan terhindar dari fanatisme." Beriman
artinya memahami secara sungguh-sungguh yang di imaninya,bukannya bersedia mati untul
mempertahankan sesuatu.
- Bisakah kita menjalani hidup dengan penuh kesadaran (the part of awareness) momen demi
momen sebagai sesuatu yang indah dan suci untuk dijalani sehingga meskipun kita
dilahirkan,namun kita menanggis dan semua orang tertawa;namun ketika mati,giliran kita
yang tertawa sedangkan semua orang menangis.
Inilah tantangan sesungguhnya dalam kehidupan semua orang.Karena,apakah gunanya segala
yang kita miliki kalau pada akhirnya membuat kita takut,sedih,dan tak mampu ketawa ketika
meninggalkan semuanya dan malahan ditertawakan oleh orang disekeliling kita.
Inilah yang kita tahu;segala benda itu menyatu,
seperti hubungan darah mengikat seluruh keluarga.
Yang terjadi pada bumi,terjadilah juga pada semua penghuninya;
Manusia tidak merajut jaring kehidupan,ia hanyalah secarik benang yang ada padanya;
Apa pun yang ia lakukan pada jaring itu,akan mengena pada dirinya
seperti hubungan darah mengikat seluruh keluarga.
Yang terjadi pada bumi,terjadilah juga pada semua penghuninya;
Manusia tidak merajut jaring kehidupan,ia hanyalah secarik benang yang ada padanya;
Apa pun yang ia lakukan pada jaring itu,akan mengena pada dirinya
(Ted Perry dalam "The Hidden Connections",
Fritjof Capra)
Fritjof Capra)
- Manusia sebenarnya tak pernah berpisah dengan kebenaran. Ia selalu hidup bersamanya,tapi
tidak menyadarinya sehingga perlu dibujuk-bujuk supaya menemukannya kembali apa yang
sudah menjadi miliknya!
Gunung tetap gunung yang sama dan
Jalanya tak pernah berubah sepoanjang masa;
Sesungguhnya yang berubah adalah pikiranmu sendiri!
Jalanya tak pernah berubah sepoanjang masa;
Sesungguhnya yang berubah adalah pikiranmu sendiri!
(Kumagai)
- Dunia ini adalah sesuatu yang selalu dimiliki bersama.Manusia yang tunggal dan tersendiri
tanpa hubungan dengan manusia lain adalah tidak lengkap,bahkan tak dapat ditemui dalam
kenyataannya; Ia selalu bertautan dengan sesuatu kekeluargaan,kekerabatan,
kemasyarakatan. Singkatnya hakikat manusia ialah adanya dalam suatu kebersamaan.
huh benar-benar buku yang berat...susah banget memahaminya...
bahkan buku yang hanya memiliki tebal 156 membutuhkan banyak waktu tuk memahaminya...
dan menimbulkan efek samping migran...(mungkin tu gejala hanya buat aku saja!!)
ngak bisa dibayangin kalo ku kuliah di jurusan filsafat...
bisa bikin pecah kepala nih...
tapi setidaknya ku tak menyesal membaca buku ini ada sedikit masukan dari buku ini tapi sangat banyak berarti dalam kehidupan..
jadi bukan maksud melebih-lebihkan buku ini tapi bagi kamu yang memang hobi baca,buku ni aku sarankan coba kamu baca...mungkin kalo kamu yang baca bisa memahami lebio dalam lagi...
tiap kemampuan masing - masing individu kan berbeda,begitu pula dengan pemahaman dan pendapatnya ...
dah ah sudah terlalu pusing untuk nulis apa lagi.....
kala hujan tak henti
09 des 08
22.43
09 des 08
22.43
0 komentar:
Poskan Komentar